Sabtu, 18 Februari 2012

Cara Memberikan Oksigen


1.      Nasal Kanul
a.       Definisi
Memberikan tambahan oksigen pada klien yang membutuhkan dengan nasal kanul
b.      Tujuan
1)      Untuk memberikan oksigen dengan konsentrasi relatif rendah saat kebutuhan oksigen minimal
2)      Untuk memberikan oksigen yang tidak terputus saaat klien makan atau minum
c.       Persiapan alat
1)      Tabung oksigen dengan flow meter
2)      Humidifier dengan cairan steril, air distilasi atau air matang sesuai dengan pengaturan RS
3)      Nasal kanul dan selang
4)      Kassa jika diperlukan
5)      Plester
6)      Bengkok
d.      Prosedur
1)      Kaji kebutuhan terapi oksigen dan periksa kembali perintah pengobatan
2)      Siapkan klien dan keluarga
a)      Atur posisi klien dengan semi fowler jika memungkinkan
b)      Jelaskan bahwa oksigen tidak berbahaya bila petunjuk keamanan diperhatikan dan akan mengurangi ketidaknyamanan akibat dispnue. Informasikan pada kliwn dan keluarga tentang petunjuk keamanan yang berhubungan dengan penggunaan oksigen
3)      Atur peralatan oksigen dan humidifier
4)      Putar oksigen sesuai terapi dan pastikan peralatan dapat berfungsi
a)      Cek oksigen dapat megalir secara bebas melalui selang, seharusnya tidak ada suara pada selang dan sambungan tidak bocor. Seharusnya ada gelembung udara pada humidifier saat oksigen mengalir lewat air
b)      Atur oksigen dengan flow meter sesuai perintah
5)      Letakkan kanul pada wajah klien, dengan lubang kanul masuk ke hidung dan elastic band melingkar ke kepala
6)      Jika kanul ingin tetap berada ditempatnya, plester pada bagian wajah
7)      Alasi selang dengan kassa pada elastic band pada telinga dan tulang pipi jika dibutuhkan
8)      Inspeksi peralatan secara teratur
a)      Cek liter flow meter dan tinggi air pada humidifier dalam 30 menit
b)      Pertahankan tinggi air di humidifier
c)      Pastikan petunjuk keamanan diikuti
9)      Dokumentasikan
2.      Masker wajah
a.       Definisi
Memberikan tambahan oksigen pada klien yang membutuhkan dengan masker wajah
b.      Tujuan
Untuk member tambahan oksigen dengan kadar selang konsentrasi dan kelembaban yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanul
c.       Persiapan alat
1)      Tabung oksigen dengan flow meter
2)      Humidifier dengan cairan steril, air distilasi atau air matang sesuai dengan pengaturan RS
3)      Masker wajah dan selang
4)      Kassa jika diperlukan
5)      Plester
6)      Bengkok
d.      Prosedur
1)      Kaji kebutuhan terapi oksigen dan periksa kembali perintah pengobatan
2)      Siapkan klien dan keluarga
a)      Atur posisi klien dengan semi fowler jika memungkinkan
b)      Jelaskan bahwa oksigen tidak berbahaya bila petunjuk keamanan diperhatikan dan akan mengurangi ketidaknyamanan akibat dispnue. Informasikan pada kliwn dan keluarga tentang petunjuk keamanan yang berhubungan dengan penggunaan oksigen
3)      Atur peralatan oksigen dan humidifier
4)      Putar oksigen sesuai terapi dan pastikan peralatan dapat berfungsi
a)      Cek oksigen dapat megalir secara bebas melalui selang, seharusnya tidak ada suara pada selang dan sambungan tidak bocor. Seharusnya ada gelembung udara pada humidifier saat oksigen mengalir lewat air
b)      Atur oksigen dengan flow meter sesuai perintah
5)      Tempatkan masker kea rah wajah klien dan letakan dari hidung ke bawah
6)      Atur masker esuai dengan bentuk wajah. Masker harus menutupi wajah, sehingga sangat sedikit oksigen yang keluar lewat mata atau sekitar pipi atau dagu
7)      Ikatka elastic band melingkar di kepala klien sehingga masker terasa nyaman
8)      Alasi band di belakang telinga dan di atas tulang yang menonjol. Alas akan mencegah iritasi karena masker
9)      Inspeksi peralatan secara teratur
a)      Cek liter flow meter dan tinggi air pada humidifier dalam 30 menit
b)      Pertahankan tinggi air di humidifier
c)      Pastikan petunjuk keamanan diikuti
10)  Dokumentasikan
3.      Tenda wajah
a.       Definisi
Memberikan tambahan oksigen pada klien yang membutuhkan dengan tenda wajah
b.      Tujuan
1)      Untuk memberikan kelembaban tinggi
2)      Untuk memberikan oksigen bila masker tidak ditoleransi
3)      Untuk memberikkan oksigen aliran tinggi saat dihubungkan dengan sisterm venture
c.       Persiapan alat
1)      Tabung oksigen dengan flow meter
2)      Humidifier dengan cairan steril, air distilasi atau air matang sesuai dengan pengaturan RS
3)      Tenda wajah dan selang
4)      Kassa jika diperlukan
5)      Plester
6)      Bengkok
d.      Prosedur
1)      Kaji kebutuhan terapi oksigen dan periksa kembali perintah pengobatan
2)      Siapkan klien dan keluarga
a)      Atur posisi klien dengan semi fowler jika memungkinkan
b)      Jelaskan bahwa oksigen tidak berbahaya bila petunjuk keamanan diperhatikan dan akan mengurangi ketidaknyamanan akibat dispnue. Informasikan pada klien dan keluarga tentang petunjuk keamanan yang berhubungan dengan penggunaan oksigen
3)      Atur peralatan oksigen dan humidifier
4)      Putar oksigen sesuai terapi dan pastikan peralatan dapat berfungsi
a)      Cek oksigen dapat megalir secara bebas melalui selang, seharusnya tidak ada suara pada selang dan sambungan tidak bocor. Seharusnya ada gelembung udara pada humidifier saat oksigen mengalir lewat air
b)      Atur oksigen dengan flow meter sesuai perintah
5)      Tempatkan tenda pada wajah klien dan diikatkan melingkar pada kepala
6)      Inspeksi peralatan secara teratur
a)      Cek liter flow meter dan tinggi air pada humidifier dalam 30 menit
b)      Pertahankan tinggi air di humidifier
c)      Pastikan petunjuk keamanan diikuti
7)      Dokumentasikan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar