Sabtu, 02 Februari 2013

Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil Trimester I, II dan III


Ibu hamil sangat memrlukan dukungan dan perhatian dari keluarga dan tenaga kesehatan. Adanya dukungan ini menyebabkan ibu merasa aman dan nyaman dalam melewati kehamilannya. Psikologi ibu hamil sangatlah unik dan sensitif, oleh karena itu dukungan yang diberikan harus serius dan maksimal. Selain itu, persiapan untuk menjadi orang tua merupakan hal yang sangat penting dilakukan sebelum anggota keluarga baru dilahirkan. Bagi yang sudah memiliki anak, hal yang perlu diperhatikan adalah mempersiapkan anak tertua dalam menghadapi kelahiran adik barunya.
·      Support keluarga dan support dari tenaga kesehatan
a.    Dukungan Suami
Hasil penelitian Indonesia mengatakan bahwa dukungan suami yang diharapkan istri antara lain : suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan istri, suami senang mendapat keturunan, suami menunjukkan kebahagiaan pada kehamilan ini, suami memperhatikan kesehatan istri , suami tidak menyakiti istri, suami menghibur/menenangkan ketika ada masalah yang dihadapi istri, suami menasihati istri agar istri tidak terlalu capek bekerja, suami membantu tugas istri, berdoa untuk kesehatan dan keselamatan istrinya, menunggu ketika istri melahirkan, dan sebagainya.
Diperoleh atau tidak diperoleh dukungan suami tergantung pada : keintiman hubungan, adanya komunikasi yang bermakna, adanya masalah atau kekhawatiran akan bayinya.
b.    Dukungan Keluarga
Ayah-ibu kandung maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini, biasanya dengan sering berkunjung dalam periode hamil itu, seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi,  selain ritual adat istiadat dalam periode ini seperti upacara tujuh  bulanan pada beberapa orang, mempunyai arti sendiri yang tidak boleh diabaikan.
c.    Dukungan Lingkungan
Diperolehnya dari ibu-ibu pengajian/perkumpulan/kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan/sosial dalam bentuk doa untuk kesehatan ibu hamil dan bayinya, membicarakan dan menasihati tentang pengalaman hamil dan melahirkan.

Trimester I
Pada awal kehamilan pusat pikiran ibu berfokus pada diri sendiri pusat dan pada realitas awal kehamilan itu sendiri. Dia selalu mencari tanda-tanda untuk meyakinkan bahwa dirinya hamil. Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya akan selalu diperhatikan dengan seksama. Keluarga memberikan dukungan dengan memberikan pengertian bahwa perubahan yang terjadi merupakan hal yang normal, dapat terjadi pada setiap ibu hamil.
Sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan dukungan dengan menjelaskan dan meyakinkan pada ibu bahwa apa yang terjadi padanya adalah sesuatu yang sangat normal, sebagian besar wanita merasakan hal yang serupa pada trimester pertama. Membantu ibu untuk memahami setiap perubahan yang terjadi padanya baik fisik maupun psikologis. Yakinkan bahwa kebanyakan ibu akan mulai merasa lebih baik dan berbahagia pada trimeseter kedua.

Trimester II
Biasanya adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil pun sudah berkurang. Perut ibu pun belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini ibu sudah merasakan gerak bayinya dan mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seorang di luar dirinya sendiri.
Pada periode ini banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakan pada trimester pertama, merasakan meningkatnya libido.
Dukungan yang dapat diberikan keluarga atau suami adalah bersama-sama dengan ibu merencanakan persalinan, ikut mewaspadai adanya komplikasi dan tanda-tanda bahaya, dan bersama-sama merencanakan suatu rencana apabila terjadi komplikasi.
Petugas kesehatan dapat memberikan dukungan dengan mengajarkan kepada ibu tentang nutrisi, pertumbuhan bayi, tanda-tanda bahaya, rencana kelahiran, dan rencana kegawatdaruratan, karena saat ini merupakan waktu dan kesempatan yang paling tepat.

Trimester III
Seringkali disebut periode menunggu dan waspada, sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu terhadap bayinya. Seringkali ibu merasa khawatir atau takut kalau anaknya akan dilahirkan tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan. Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ini dan banyak ibu yang merasa dirinya jelek dan aneh. Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama ia hamil.
Keluarga dan suami dapat memberi dukungan dengan memberikan keterangan tentang persalinan yang akan dilalui ibu. Tetap memberikan perhatian dan semangat pada ibu selama menunggu persalinannya. Bersama-sama mematangkan persiapan persalinan dengan tetap mewaspadai komplikasi yang mungkin terjadi.
Sebagai seorang petugas kesehatan dapat memberikan dukungan dengan memberikan penjelasan bahwa yang dirasakan oleh ibu adalah normal. Kebanyakan ibu memiliki perasaan dan kekhawatiran yang serupa pada trimester ini. Menenangkan ibu dan membicarakan kembali dengan ibu bagaimana tanda-tanda persalinan yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar