Jumat, 17 Februari 2012

Pengukuran Tekanan Darah


Metode pada pengukuran tekanan darah
Pengukuran tekanan darah dapat di ukur dengan dua metode :
1.      Metode Langsung
Yaitu metode yang menggunakan kanula atau jarum yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang dihubungkan dengan manometer.
Metode ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan tekanan darah, tetapi memerlukan persyaratan dan keahlian khusus.
2.      Metode Tidak Langsung
Yaitu metode yang menggunakan spighmamonometer.Pengukuran tidak langsung ini menggunakan dua cara:
a.       Palpasi (yang mengukur tekanan sisitolik)
b.      Auskultasi (yang dapat mengukur tekanan sistolik dan diastolic dan cara ini memerlukan alat stetoskop.

Kriteria dan Klasifikasi
Kriteria hipertensi menurut WHO: seseorang dikatakan mempunyai penyakit tekanan darah tinggi(hipertensi) bila di ukur dalam keadaan istirahat cukup dan kondisi tenang, sistolik ≥ 160 mmHg, diastolik >90 mmHg.
Dan klasifikasi hipertensi di dasarkan pada nilai diastolik :
1.      92-104 mmHg             :           mild hypertension
2.      105-114 mmHg           :           moderate hypertension
3.      115 mmHg                  :           severe hypertension
4.      130 mmHg                  :           malignant hypertension
Keadaan sistolik ≥ 160 mmHg dengan diastolik normal disebut hipertensi sistolik. Nilai sistolik yang tinggi dihubungkan dengan resiko pecahnya pembuluh darah. Nilai diastolik yang tinggi dihubungkan dengan resiko gangguan kerja jantung dan ischemia otot jantung. Keadaan tekanan darah yang normal adalah sekitar  <120 mmHg | <80 mmHg.

  Tujuan pengukuran tekanan darah
1.      Untuk mengetahui hasil pengukuran tekanan darah
2.      Mengukur tekanan darah secara palpasi maupun auskultasi.
3.      Mengamati dan mempelajari pengaruh posisi tubuh terhadap tekanan darah.
4.      Mengamati dan mempelajari pangaruh latihan fisik terhadap tekanan darah.
5.      Untuk menilai sistem kardiovaskuler.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah.
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah antara lain :
1.    Umur : tekanan darah akan meningkat dengan bertambahnya umur.
2.    Waktu pengukuran : bila pagi hari tekanan agak menurun, sedangkan bila siang hari dan sore hari sedikit lebih meningkat.
3.    Latihan(exercise) dan aktivitas : tekanan darah meningkat selama exercise dan aktivitas,
4.    Emosi dan nyeri : emosi tinggi dan rasa nyeri dapat meningkatkan tekanan darah, juga bila kandung kemih penuh atau pasien kedinginan, merokok dan posisi kaki silang dapat meningkatkan tekanan darah.
5.    Miscellaneus faktor : bila dalam posisi berbaring tekanan darah lebih rendah dari pada pasien duduk.


Keselamatan Kerja:
1.      Patuhi prosedur pekerjaan
2.      Perhatikan keadaan umum.
3.      Pemeriksaan dilakukan dengan hati-hati, selama melakukan tindakan.

Peralatan dan Perlengkapan
1.      Sphygmomanometer (tensimeter) yang terdiri atas :
a.       Manometer air raksa + klep pembuka dan penutup
b.      Manset udara sesuai dengan ukuran
c.       Selang karet
d.      Pompa udara dari karet + sekrup pembuka dan penutup
2.      Meja periksa atau tempat tidur
3.      Stetoskop
4.      Bantal / buku
5.      Buku catatan tanda vital
6.      Pena

Prosedur Kerja :
Cara Palpasi
1.      Cuci tangan.
2.      Jelaskan prosedur pada klien.
3.      Atur posisi pasien.
4.      Letakkan lengan yang hendak di ukur tekanan darah dengan posisi terlentang.
5.      Lengan baju di buka.
6.      Pasang manset pada lengan kanan atas sekitar 3cm di atas fossa cubiti (jangan terlalu ketat maupun longgar).
7.      Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra.
8.      Pompakan udara ke dalam manset sampai denyut nadi arteri radialis dekstra tidak teraba.
9.      Pompakan terus setinggi manometer 20mmHg, lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba.
10.  Palpasikan pada daerah denyut nadi arteri dan keluarkan udara dalam manset secara pelan-pelan dan berkesinambungan dengan memutar sekrup berlawanan arah jarum jam pada pompa udara.
11.  Catat hingga mmHg pada manometer, di mana arteri pertama berdenyut kembali.
12.  Nilai pertama menunjukkan sistolik secara palpasi.
13.  Cuci tangan.
14.  Catat hasil.

Cara Auskultasi
1.      Cuci tangan.
2.      Jelaskan prosedur pada klien.
3.      Atur posisi pasien.
4.      Letakkan lengan yang hendak di ukur tekanan darah dengan posisi terlentang.
5.      Lengan baju di buka.
6.      Pasang manset pada lengan kanan atas sekitar 3cm di atas fossa cubiti (jangan terlalu ketat maupun longgar).
7.      Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra.
8.      Pompakan udara ke dalam manset sampai denyut nadi arteri radialis dekstra tidak teraba dengan tekanan rata-rata tekanan normal.
9.      Letakkan diafragma stetoskop di atas arteri brakhialis dan dengarkan.
10.  Keluarkan udara dalam manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan memutas sekrup pada pompa udara berlawanan arah jarum jam.
11.  Catat hingga mmHg pada manometer di mana arteri pertama berdenyut kembali.

12.  Catat tinggi mmHg pada manometer
a.       Fase Korotkoff I
Menunjukkan besarnya tekanan sistolik secara auskultasi.

b.      Fase Korotkoff IV / V
Menunjukkan besarnya tekanan diastolik secara auskultasi.
13.  Cuci tangan.
14.  Catat hasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar